Momok di usia 20-an


Hidup itu tentang mobilitas. Perubahan itu pasti dan harus. Seperti halnya saya dan teman-teman SMA. Lebaran ini !435 H / 2014 M Alhamdulilah kami masih diberi kesempatan untuk berkumpul menjalin silaturahmi. Canda, tawa, semuanya masih sama. Masih renyah dan hangat meski usia telah berubah. Yah, itulah mereka. Tak sekedar teman SMA.

7 tahun yang lalu, masih dengan seragam putih abu-abu. Kami selain menghabiskan waktu belajar dikelas *ceileh*, kami juga sering mengasah kemamuan logika dan cara berfikir (*baca main joker). Namun sekarang seiring bertambahnya usia dan luasnya pergaulan (*kelayapan) topik bahasan pun juga bertambah. mulai dari pekerjaan, susahnya susun skripsi, dan apalagi kalau bukan jodoh. Jodoh erat kaitannya dengan menikah.

Manusia manapun yang tinggal di bumi bagian Indonesia khususnya akan mengalami panas dingin ketika mereka menginjakkan kakinya di panggung yang bertuliskan angka 20+. Why ? Kenapa bisa ? karena pada saat itulah para sesepuh dan leluhur keluarga beserta rekan-rekan senior mulai memberondong dengan pertanyaan magis namun sedikit tak logis akibatnya bisa bikin meringis. hahahahhaha

Saya akan mengklasifikasikan pertanyaan berdasarkan urutan waktu kejadian :
1. Ketika kamu berusia 20+ dan masih kuliah maka para sesepuh akan bertanya "kapan lulus?"
2. Ketika kamu berusia 20+ dan sudah lulus kuliah para sesepuh akan bertanya "Kerja dimana sekarang?"
3. Ketika kamu berusia 20+, sudah lulus kuliah dan sudah bekerja para sesepuh akan bertanya "Kapan nikah?" . Tanpa pernah mencari tahu apakah yang diberi pertanyaan tersebut itu sudah memiliki calon apa belum.

Menurut saya ketiga pertanyaan itu adalah pertanyaan terdahsyat yang siap tidak siap akan kita temukan pada hari-hari tertentu pada saat yang tidak kita duga. hahahhaha. Meski saya selalu mencoba untuk membentengi amarah, memperluas kesabaran, dan kadang bibir diganjel pakai dongkrak biar bisa selalu tersenyum. hahhahhaha

Ketiga itulah yang menjadi pembicaraan kami yang selalu ngawur dan tidak jelas. Kebetulan yang bisa ngumpul bareng-bareng kemarin yah para jomblowan-joblowati yang selalu happy. (secara yang udah berkeluarga ya pada silaturahmi ke keluarga mertua, paling banter lagi pada ngurus anak). *peace*

Setiap manusia memiliki stage masing-masing. Sama-sama lulus SMA, bukan berarti akan sama-sama dalam mengarungi samudra kehidupan ini. *tsaah. Ada yang masih kuliah, ada yang sudah lulus kuliah, ada yang sedang mencari pekerjaan, ada yang sudah bekerja, ada yang sudah menikah, ada yang belum, ada yang sudah gendong-gendong anak, ada yang sedang menunggu kelahiran, ada yang pengen nikah, ada yang masih santai-santai LDR-an dan sebagainya.

Bagaimanapun keadaan kita saat ini, bersyukurlah. Dimanapun kita saat ini, nikmatilah. Karena segala sesuatu terjadi bukan tanpa alasan, seperti halnya banyak orang mengeluh kepanasan karena matahari yang begitu terik padahal hal itu sangat berguna agar dia tak membeku dalam dingin atau bahkan ada orang yang memaki ketinggalan rapat karena hujan turun dengan derasnya padahal para petani menharapkan hujan untuk mengairi sawahnya. Jarang kita tersadar kenapa ada kita, karna kita terdiri dari aku dan kamu, aku hidup untukmu, dan aku membutuhkanmu untuk hidup. Maka nikmatilah, selagi kamu bisa selagi kamu mampu :)

Komentar

Postingan Populer