Baby Number One


25 Agustus 2016 
Kala itu hari kamis sore saya menjemput keponakan saya, Raesha. Kami bersama-sama ke Dokter Ngurah untuk cek up kandungan. Usia kandungan saat itu sudah memasuki 40 minggu. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa posisi bayi sudah bagus namun masih di atas. Kemudian dokter  menyarankan untuk memberi obat penipis rahim. Pulang dari cek up kami singgah ke rumah Mbah Uti di Markoni. Makan gulai ayam dengan bahagia.

Selesai sholat isha saya pulang. Sesampai di rumah saya ,mandi dan minum obat. Tapi calon ayah tidak di rumah. AyahKle sedang menjalankan tugas, siaga di Polres. Sebelum tidur saya memasang alarm minum obat jam 12 malam. 

26 Agustus 2016
Saya terbangun dan meminum obat. Pukul 03.00 saya terbangun. Merembes, saya  takut tapi tidak panik. Saya langsung mengambil HP dan berkonsultasi dengan teman saya bidan Jesica. Akhirnya saya menelpon Ayahkle dan Ayahkle langsung pulang, kami langsung bergegas ke bidan praktek. setelah dicek ternyata baru pembukaan 1 dan air ketuban masih lengkap.

Kami pulang dan kembali tidur. Pukul 5 subuh saya merasakan kontraksi. Mencoba tidur tidak bisa.Semakin lama semakin hebat. Kami bergegas ke bidan. Di temani ibu saya dan mertua. Sampai di bidan praktek di cek masih pembukaan 2. Namun saya sudah tidak tahan lagi. Dalam kondisi saya yang sudah sangat kesakitan saya masih di suruh pulang. Kami tidak pulang, kami ke bidan praktek di tempat teman saya bekerja. 

Sembari saya berbaring namun kontraksi sudah semakin tidak tertahankan. saya berteriak. Saya melompat, berlari berkali-kali ke kamar mandi. Sudah pukul 09.00. Ika ingin mengambil alat untuk mengecek detak jantung dan pembukaan. Namun saya mencegahnya. Saya tidak ingin ditinggalkannya. Saya menggantungkan harapan saya padanya dan padaNya. Begitu besar harapan dan kepercayaan saya terhadap ika saat itu. Hingga pukul 10.10 saya ke kamar mandi, saya merasa ingin buang air besar. Ternyata kepala bayi sudah di depan jalan lahir. Saya langsung ke ruang bersalin. 

Allahuakbar, saya diberi kemudahan. Bayi saya lahir. Seorang laki-laki dengan berat 4,3 kg, panjang 49 cm bernama Cleine Rafisqy Wiranata, putra bapak wiranata yang terkenal dengan kebaikannya.

Komentar